Menikmati Wisata di Belitung Tempat Para Laskar Pelangi

Sejak munculnya film Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi di Belitung makin melejit. Datang ke pantai ini pun tidak bikin bosan, kian asyik main air dan foto-foto. Cuaca hari itu kembali rasanya tidak mendukung. Hujan sedari dini hari memungkinkan saya beberapa kali bangun. Agenda pariwisata hari kedua di Belitung mulanya sempat pesimis bisa direalisasikan. Tempat pertama yang kami kunjungi hari itu ialah Pantai Tanjung Pendam. Pantai yang kabarnya kerap dijadikan lokasi nobar sekaligus kongkow anak-anak gaul Belitung. Tidak berniat lama-lama menyusuri tempat ini memang cuma sekedar mau tahu saja. Pantainya masih terbilang sepi, cuma terlihat orang-orang yang hilir mudik saat lari pagi.

Jarak dari lokasi kami bermalam ke Pantai ini kira-kira cuma 10 menit saja. Oh ya, kala ke Belitung kami bermalam di salah satu rumah kost, saya tidak begitu ingat jalannya, yang pasti tempatnya terbilang cukup strategis di bibir jalan raya. Dengan tarif Rp 150.000/malam, fasilitas yang tersedia disana itu kasur king size, kamar mandi di dalam, kipas angin, juga TV. Murah bukan? Nah, sehabis puas berfoto di Pantai Tanjung Pendam, kami segera menuju Pantai Tanjung Tinggi naik sepeda motor. Pantai yang kian dikenal pada Pantai Laskar Pelangi, lantaran shooting yang dilakukan di film tersebut membuat terpana para penontonnya berada di pantai ini.

Berjarak 30 km dari tengah-tengah Kota Tanjung Pandan, itulah Pantai Tanjung Tinggi, pantai yang dihiasi dengan batu-batuan granit yang gede dan pasir putih yang halus. Batu-batu granit yang terdapat di Tanjung Tinggi berukuran tinggi juga besar. Tumpukan batu-batu granit dengan tinggi 2 meter, menghasilkan bukit-bukit di pinggiran pantai dan lorong-lorong maupun goa-goa kecil dan menyekat-nyekat di sisi pantainya. Kita dapat naik ke atasnya, tapi ingat tetap hati-hati ya!

Pagi itu kami tamu pertama yang menjejakkan kaki disana. Masih bisa seru-seruan membuat video, main-main di pinggir pantainya pun asyik. Air lautnya biru kehijauan, sayangnya hari itu cuacanya sedikit mendung. Padahal bila cuaca cerah pantulan cahaya matahari yang menyinari siis lautan ini umumnya akan memunculkan warna ciamik. Sayangnya di pantai ini fasilitas umumnya masih tak terlalu memadai, ruang ganti baju, kamar mandi dan mushola misalnya. Jadi setiap kali ingin main air kami pikir ulang sebab berarti musti basah-basahan naik motor dari Pantai Tanjung Tinggi menuju lokasi tuk menyeberang ke Pulau Lengkuas dari kawasan Pantai Tanjung Kelayang.

Nggak jauh-jauh dari pantai-pantai di Bangka sih sepertinya, di Belitung pun masih relatif sepi meskipun memang jauh lebih ramai disini dibanding di Bangka. Pemandangan alamnya jauh lebih indah, saya mengaku. Pertama kali menjejakkan kaki di Tanjung Pandan saya kira sepi sebab memang sudah sore, namun ternyata besoknya ketika jalan-jalan memang beneran sepi. Karena kami tak mau kesiangan tuk bisa tiba di Pulau Lengkuas, kemudian kami bergegas tuk pergi menuju Pantai Tanjung Kelayang. Meskipun sebetulnya masih tidak merasa puas ketika berlibur kemari, paling tidak itu yang dapat dijadikan alasan tuk berkunjung ke sini lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.