MU Larang Pogba Berbicara di Media

Pesepakbola Manchester United, Paul Pogba, tak bisa untuk bebas menyatakan soal tim yang dia perkuat pada para wartawan.

Hal itu terbongkar sehabis pertandingan Manchester United vs Valencia di matchday ke-2 Liga Champions, Rabu (3/10).

Pogba memperoleh beberapa pertanyaan dari para media yang telah menunggunya.

Namun begitu, pemain dari Prancis itu malah menunjukkan jawaban mencengangkan.

“Saya dikasih tahu jika saya tak diizinkan menyatakan, ” tutur Pogba.

Pemain asal Prancis itu memang sangat vokal mengomentari timnya sendiri dalam beberapa pertandingan terbaru.

Kala Manchester United berlaga seri 1-1 vs Wolverhampton Wanderers pada Sabtu (22/9), Pogba tidak tangung-tanggung menunjukkan ketidaksukaannya pada strategi yang diterapkan oleh skuatnya.

“Kami seharusnya bertanding sedikit lebih bagus. Kala menjalani pertandingan tandang, team saya seharusnya terus menyerang, menyerang, serta menyerang, ” tutur Pogba.

Komentar Pogba sehabis MU menerima kekalahan 1-3 dari West Ham pada Sabtu (29/9) malah sedikit lebih pedas lagi.

Pogba kala itu memperoleh pertanyaan dari media soal kebenaran pemberitaan perselisihannya dengan manajer Setan Merah, Jose Mourinho. “Anda mau aku mati? ” tutur Pogba.

Hal itu membuat sang bintang memperoleh hukuman dari timnya.

Kemajuan Teknologi di Dunia Sepakbola

Adakalanya setiap orang mendapati sesuatu dalam dunia sepakbola, baik itu yang memiliki manfaat lebih atau yang negatif. Tapi, seringkali salah satunya kita sebagai pencinta olahraga sepakbola menjadi penonton pertandingan merasa tak terlalu puas dengan gaya memimpin wasit sepakbola yang setiap putusannya sering merugikan salah satu pihak, terutama tim yang kita semua jagokan. Wasit memang cuma manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Akan tapi, fatalnya bila kesalahan tersebut dilakukan dengan cara sengaja karena efek dari faktor luar, sebagaimana pengancaman dari salah satu pihak, suap untuk memenangkan satu pihak saja, dan masih banyak lagi kesalahan yang bisa dilakukan olehnya. Adapun 2 – 3 usulan pengaplikasian teknologi didalam dunia sepakbola adalah:

Bola ber-microchip (Microchip Ball)

Microchip yang ukurannya kecil/ kurang dari separuh inch (15mm) akan ditanam kedalam bola yang bakal mengirim pancaran sinyal radio saat bola sudah melampaui garis antara mistargawang. Sinyal tersebut akan ditangkap oleh dua belas antena yang ditempatkan di sudut lapangan, kemudian dikirimkan lagi ke pengambil sinyal yang ditaruh di tangan wasit dengan masa kurang dari 1 detik.

Sepatu Detektor (Shoe detector)

Gaya sepatu sepakbola yang sanggup mendeteksi keletihan dan ketidak beresan yang muncul di otot kaki. Sepatu itu sudah diciptakan oleh brand ternama, Adidas. Lagi-lagi chip adalah yang memiliki fungsi dalam teknologi itu. Chip ini mampu mendeteksi frekuensi dan gerakan otot kaki setiap pemain. Manfaat cukup besar teknologi ini amat diharapkan bisa meminimaisir cedera yang akan menimpa para pemain. Otot yang tak terlalu fit atau ada kesalahan dalam saraf biasanya akan terjadi pasca sang pemain terlangar, jatuh dan salah posisi saat sedang menendang bola. Dalam laga, pemain yang mempunyai kondisi seperti itu pada umumnya kurang menyadari. Ketika menderita benturan ringan, pesepakbola biasanya acuh dan meneruskan kembali permainan. Tetapi sepatu ini bisa mendeteksi efek jangka panjang yang diakibatkan benturan-benturan tersebut.

Techno Wear

Teknologi Techno wear dibuat sebenarnya tuk renang. teknologi tersebut dipasangkan di baju renang. Tetapi, David Evans ditolong oleh salah satu pakar ilmu dunia olahraga Liverpool , John Moores University maka didesain seragam sepakbola yang sanggup memonitor tingkat hidrasi Dan detak jantung pemain. Kostum ‘hi-tech’ ini ciptaannya dengan bahan electro-textile, sementara perangkat yang dipakai yaitu semacam sensor ECG yang dapat merekam hentakan detak jantung yakni sinyal elektronik yang didenyutkan memakai gelombang radio/wireless kedalam software komputer. Disamping itu, sensor itu pula bisa mengawasi tingkat dehidrasi dan tingkat kelelahan pemain lewat cara pengolesan jelly silikon di bagian punggung pemain yang saat bereaksi dengan keringat bakal memperlihatkan kondisi si pemain.

Hawk Eye

Nyaris persis atas bola ber-microchip, tetapi hawk eye pun memiliki fungsi untuk meyakinkan posisi bola sudah melintasi garis gawang maupun sebaliknnya. Teknologi dari hawk eye bukan lah barang baru di dunia olahraga. Teknologi itu telah diberlakukan dalam olahraga tenis Dan kriket. September silam, para pengembang teknologi itu telah menjalankan sebuah uji coba. Dan Alhasil, teknologi tersebut sanggup diaplikasikan dengan terukur di dunia sepakbola. Cara pengaplikasian tersebut menggunakan 2 orang asisten wasit yang terdapat posisi berada di belakang tiap gawang untuk melihat sah tidak suatu gol. Melalui terdapatnya teknologi-teknologi semacam ini, akan digadang-gadang tak terjadi lagi kecurangan / cedera yang menerpa pemain karena faktor X yang cukup fatal nantinya.