Kemajuan Teknologi di Dunia Sepakbola

Adakalanya setiap orang mendapati sesuatu dalam dunia sepakbola, baik itu yang memiliki manfaat lebih atau yang negatif. Tapi, seringkali salah satunya kita sebagai pencinta olahraga sepakbola menjadi penonton pertandingan merasa tak terlalu puas dengan gaya memimpin wasit sepakbola yang setiap putusannya sering merugikan salah satu pihak, terutama tim yang kita semua jagokan. Wasit memang cuma manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Akan tapi, fatalnya bila kesalahan tersebut dilakukan dengan cara sengaja karena efek dari faktor luar, sebagaimana pengancaman dari salah satu pihak, suap untuk memenangkan satu pihak saja, dan masih banyak lagi kesalahan yang bisa dilakukan olehnya. Adapun 2 – 3 usulan pengaplikasian teknologi didalam dunia sepakbola adalah:

Bola ber-microchip (Microchip Ball)

Microchip yang ukurannya kecil/ kurang dari separuh inch (15mm) akan ditanam kedalam bola yang bakal mengirim pancaran sinyal radio saat bola sudah melampaui garis antara mistargawang. Sinyal tersebut akan ditangkap oleh dua belas antena yang ditempatkan di sudut lapangan, kemudian dikirimkan lagi ke pengambil sinyal yang ditaruh di tangan wasit dengan masa kurang dari 1 detik.

Sepatu Detektor (Shoe detector)

Gaya sepatu sepakbola yang sanggup mendeteksi keletihan dan ketidak beresan yang muncul di otot kaki. Sepatu itu sudah diciptakan oleh brand ternama, Adidas. Lagi-lagi chip adalah yang memiliki fungsi dalam teknologi itu. Chip ini mampu mendeteksi frekuensi dan gerakan otot kaki setiap pemain. Manfaat cukup besar teknologi ini amat diharapkan bisa meminimaisir cedera yang akan menimpa para pemain. Otot yang tak terlalu fit atau ada kesalahan dalam saraf biasanya akan terjadi pasca sang pemain terlangar, jatuh dan salah posisi saat sedang menendang bola. Dalam laga, pemain yang mempunyai kondisi seperti itu pada umumnya kurang menyadari. Ketika menderita benturan ringan, pesepakbola biasanya acuh dan meneruskan kembali permainan. Tetapi sepatu ini bisa mendeteksi efek jangka panjang yang diakibatkan benturan-benturan tersebut.

Techno Wear

Teknologi Techno wear dibuat sebenarnya tuk renang. teknologi tersebut dipasangkan di baju renang. Tetapi, David Evans ditolong oleh salah satu pakar ilmu dunia olahraga Liverpool , John Moores University maka didesain seragam sepakbola yang sanggup memonitor tingkat hidrasi Dan detak jantung pemain. Kostum ‘hi-tech’ ini ciptaannya dengan bahan electro-textile, sementara perangkat yang dipakai yaitu semacam sensor ECG yang dapat merekam hentakan detak jantung yakni sinyal elektronik yang didenyutkan memakai gelombang radio/wireless kedalam software komputer. Disamping itu, sensor itu pula bisa mengawasi tingkat dehidrasi dan tingkat kelelahan pemain lewat cara pengolesan jelly silikon di bagian punggung pemain yang saat bereaksi dengan keringat bakal memperlihatkan kondisi si pemain.

Hawk Eye

Nyaris persis atas bola ber-microchip, tetapi hawk eye pun memiliki fungsi untuk meyakinkan posisi bola sudah melintasi garis gawang maupun sebaliknnya. Teknologi dari hawk eye bukan lah barang baru di dunia olahraga. Teknologi itu telah diberlakukan dalam olahraga tenis Dan kriket. September silam, para pengembang teknologi itu telah menjalankan sebuah uji coba. Dan Alhasil, teknologi tersebut sanggup diaplikasikan dengan terukur di dunia sepakbola. Cara pengaplikasian tersebut menggunakan 2 orang asisten wasit yang terdapat posisi berada di belakang tiap gawang untuk melihat sah tidak suatu gol. Melalui terdapatnya teknologi-teknologi semacam ini, akan digadang-gadang tak terjadi lagi kecurangan / cedera yang menerpa pemain karena faktor X yang cukup fatal nantinya.

Wisata Baru di Semarang: Museum Seni 3D

Berlibur ke Kota Lama, Semarang kini selain melihat-lihat gedung tua bersejarah saja. Tidak jauh dari Gereja Blenduk, diresmikan wahana pariwisata baru Old City 3D Trick Art Museum. Seru! Museum 3 dimensi ini berlokasi di bangunan tua bekas gudang beras yang luasnya 1.000 m2 yang telah dicat kembali, pastinya berada di Jalan Letjen Suprapto nomor 26 atau sekitar 50 meter menuju ke Barat dari Gereja Blenduk. Di tempat ini wisatawan dihibur dengan jenis ilusi mata untuk hunting foto grup atau selfie.

Museum Seni 3D

Saat memasuki tempat wisata ini, pengunjung tidak akan mengira kalau dahulu tempat itu merupakan gudang beras. Design loket dan lobinya pun dibikin mewah cenderung warna emas. Museum ini memang memberikan beragam gambar yang bila difoto akan terlihat seolah-olah sungguhan.

Wisatawan bisa berfoto seolah ada di atas jembatan dengan dasar air terjun, ataupun seperti diserang tarantula besar, malah ada photo yang memberikan ilusi wisatawan bertemu degan Justin Bieber dan Cristiano Ronaldo.

Terdapat sejumlah tema background foto yaitu kartun, lambang dunia, artis, dan petualangan. Bila kebingungan mencari sisi pandang berphoto yang bagus, ada staf di sana yang menyiapkan diri menolong pengunjung.

Selain koleksi foto yang memberikan ilusi, ditempat ini juga ada patung-patung semacam miniatur Liberty dengan background photo panorama kota, atau nuansa kandang kuda dilengkapi kudanya dan properti topi koboi.

Fasilitas lain yang rupanya diminati pengunjung yakni Photo Booth. Di ruang ini wisatawan bisa berfoto seolah-olah muncul dari dalam frame photo, atau photo di boks Barbie besar, bisa juga photo romantis dengan background berwarna putih dan menggunakan properti lucu yang diberikan management.

Berfoto dengan background yang dapat menimbulkan efek 3D sungguh bukan hal yang baru, namun Wista Sushaeni sebagai General Manager obyek tersebut menjamin wisatawan tak akan kecewa sebab koleksi akan selalu diperbarui 1 tahun 4 kali. Pihaknya pun mengadakan saran dari para wisatawan.

“Ada tim kreatif disini, kita pakai MMT bahan dari Jerman. 1 tahun kita ubah background 4 kali. Kita juga memperoleh masukan dari wisatawan,” kata Wista kepada kami.

Semangat warga dan pengunjung rupanya sangat tinggi, baru dikerjakan soft opening saja, perhari sudah ada 100 hingga 300 pengunjung. Recananya Grand Opening bakal dilakukan tgl 1 Juni yang akan datang, harga tiketnya yakni Rp 40 ribu. Tetapi hingga tanggal 31 Mei, tiketnya cuma Rp 30 ribu per orang.

“Bila ada yang merasa tiketnya mahal, pas telah masuk ke dalam, rupanya pengunjungnya puas dan terasa tiket tidak mahal,” ujarnya.

Dengan timbulnya Old City 3D Trick Art Museum ini, jelas membantu “menghidupkan” lagi Kota Lama Semarang. Petugas pengelola juga menjaga tidak ada pembongkaran untuk merawat originalitas gedung yang dipergunakan.